“…….”

Layarku terkembang, mengepak, melayang dan menghentak

Aku seperti terbang, jauh dari telapak hidup

Jiwa dan ragaku telah jatuh, menembus 7 lapis pelangi

Selalu dan selalu…

Seperti rasanya telah seribu tahun ku menunggu

Dekade-dekade waktu bergemingpun tidak

Ada seseorang, menyanyikan melodi

Melodi-melodi kehidupan, cinta dan juga penantian

Itulah dan…

Inilah kehidupanku

Sejarah  yang akan kulewati

Menepi…

Setelah menyebrangi lautan kesedihan

Penantian yang sia-sia, penantian yang menunggumu

Berharap  bisa bawakan sebuah kehangatan, bukti dan kecintaan

Tapi apa?

Hampa, hanya hampa…

Advertisements

Matahari dan Bintang

imagesimageas

“Aku ingin jadi matahari, selalu bercahaya untukmu…

Meski awan tebal halangi pandanganku…

Meski mendung dan hujan menjelmakan rasa tangisku…

Kau, ingin seperti bintang. Bersinar dengan cahayanya sendiri

Tak dapat terpahami olehku, tak dapat teraih dengan tanganku

Hanya bisa kupandangi dalam titik kecilmu yang menenangkan…

Aku yang merindukanmu seperti rindu matahari terhadap bintang, yang terpisah oleh siang dan malam…

Tak pernah bertemu dalam satu ruang, dalam satu waktu

Karena siang akan terganti dengan datangnya malam.

Matahari pergi dengan adanya bulan dan bintang

Tapi saat ini, matahari ingin bersama bintang. menjaga dan memeluknya

Tapi kau bilang, aku akan menghancurkanmu dengan cahayaku

Kau bilang, itu hanya mungkin terjadi pada satu masa

masa berakhirnya bumi dan manusia

Bersama hancurnya harapan, dan tak akan satukan kita berdua “

Sekali lagi saja, hadir dalam mimpiku…

“Just once again please, appear in my dream :’) So that I can remember your face ~ So that I can be sure It was you who I met yesterday~”

Sudah lama rasanya nggak nge-cek blog 🙂 super sibuk dan banyak mampetnya jadi ngaak bisa nulis. apalagi sekarang sudah semester delapan. semester akhir, man! semester yang kayaknya bakal jadi “feel like in hell” gara-gara skripsi :[

Skip tentang skripsi, ada satu kejadian yang bisa menggugah hati gue buat nulis di blog malam ini.

Sebelumnya, kalimat “gue percaya cinta sejati” atau mungkin “pangeran kamu akan datang, bukan hanya dalam mimpi”, well, the truth is I dont believe all that bullshit!
Tapi, ada yang aneh, walaupun sampai sekarang gue masih ragu ragu, “was it really happen to me?” , “was that real?” sudah mengisi kepala gue sejak malam sabtu kemarin dan masih akan sampai gue yakin itu semua nyata.

Jadi, begini ceritanya… xD

Sejak SMA kelas tiga, it’s been 6 years now, gue sering mimpiin orang ini, well, cowok ini. Gue ga tau siapa cowok ini, ga kenal, dan ga ngerasa pernah ketemu sama ini cowok sebelumnya (selain di mimpi). Mimpi itu memang ga setiap malam. Tapi rasanya sebulan atau dua bulan sekali, walaupun sejak gue menginjak tingkat empat kuliah gue, mimpi itu semakin jarang. Di mimpi biasanya gue cuma bedua sama ini cowok. kadang duduk bareng di bench taman, atau kadang cuma berdiri saling tatap, tersenyum satu sama lain, rasanya sangat kenal dan familiar, like we’ve been known each other for years, tapi kami ga pernah bicara satu sama lain, ga pernah ngobrol. Hanya seperti itu.

Gue sering cerita ke nyokap, kalau ada cowokyang sering ada di mimpi, tapi ga pernah ketemu, ga kenal, nanya ke nyokap kira-kira apa maksudnya? nyokap sering bilang itu cuma mimpi, atau itu cuma teman kamu yang ga kamu ingat wajahnya (berhubung gue pernah sempat hilang ingatan karena shock kecelakaan, well, ga semua ingatan, hanya ingatan satu hari kecelakaan itu yang ga bisa gue ingat sampai sekarang), dan gue pikir masuk akal, karena sejak kecelakaan itu gue banyak lupa kejadian-kejadian yang pernah terjadi. like a fool, i know. pikun mungkin -_-” hahha

Nah, karena mindset itu gue jadi ga pernah kepikiran lagi sama mimpi itu, apalagi sekarang semakin jarang. Sampai akhirnya sabtu malam kemarin, pulang dari town square D, di perempatan lampu merah pangkalan ojek  kampus G* gue naik ojek, dan disitu saat itu, cowok itu pakai kemeja putih ada disana, di tempat makan, sendirian, duduk menghadap ke arah jalan, *gue uda di ojek* , ngeliat ke arah gue, gue nengok ke samping, juga ngeliat ke arah dia, dan gue senyum, feel so familiar, rasanya dua tiga detik saling tatap, sampai gue engeh sendiri, dan kembali ngehadap ke arah depan, mikir sendiri, “itu siapa? kenapa gue senyum?” sampai terasa seperti deja-vu. Sampai di rumah, gue baru inget kalau itu cowok yang sering ada di mimpi gue. Andai aja gue ingat lebih cepet, mungkin gue bakal minta itu abang ojek buat puter balik ke tempat makan itu.

So, is that sound like bullshit to you? Because it is to me. Karena kalau ada orang yang cerita kayak gitu ke gue, gue bakal bilang, bullshit. But it was happen to me. should i say bullshit to my self?  Bahkan gue sampai sekarang belum nyakin itu dia.

So please, please…

“Just once again please, appear in my dream :’) So that I can remember your face ~ So that I can be sure It was you who I met yesterday~”