BERITAJAKARTA.COM — 17-04-2010 14:55

Kehadiran Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo ke lokasi makam Mbah Priok di Jl Eks TPU Dobo, Koja, Jakarta Utara, pada Kamis (15/4) lalu, cukup  menenangkan hati masyarakat dan disambut hangat para ahli waris makam Habib Hasan bin Muhamad Al Hadad atau Mbah Priok berikut jamaahnya. Dalam kunjungan gubernur yang menjumpai Habib Salim Umar Alatas, yang sama-sama warga NU terjadi pembicaraan dari hati ke hati. Pertemuan tersebut diakhiri dengan melafadzkan salawat nabi, sebagai ungkapan rasa syukur masyarakat. Para habib dan massa yang hadir dalam kesempatan tersebut, juga langsung melakukan doa bersama, untuk almarhum ayahanda Fauzi Bowo.

Sejumlah peristiwa magis diyakini terjadi di sela bentrokan Koja yang menelan 3 korban jiwa dari Satpol PP. Mulai dari gas air mata yang gagal meledak hingga anggota Satpol PP yang berjatuhan di sekitar makam Mbah Priok.

“Saat mereka masuk ke dalam makam, beberapa diantaranya jatuh seperti ada yang menjegal kaki Satpol PP itu,” ujar Warso salah seorang santri di Makam Priok, Jakarta Utara, Jumat (16/4/2010).

Masih menurut kesaksiannya, beberapa tabung gas air mata yang ditembakkan ke dalam arela makam juga hanya jatuh begitu saja. Tidak sampai meledak apalagi sampai menyemburkan gas air mata.

Kejadian lain yang menurut Warso magis adalah saat melihat anak-anak berumur sekitar 10 tahun hingga 15 tahun yang berani melawan Satpol PP. “Mereka sepertinya kebal,” ujarnya.

Kepolisian Daerah  Metro Jaya mendalami insiden kerusuhan di Koja, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Polisi menyiapkan langkah hukum guna menyelidiki kerusuhan tersebut.

“Kita masih diselidiki, mungkin nanti ada langkah-langkahnya (proses hukum),” kata Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Boy Rafli Amar saat dihubungi wartawan, Jumat (16/4/2010).

Boy mengatakan pihaknya juga sedang menyelidiki dugaan keterlibatan salah satu organisasi masyarakat (ormas) pada kerusuhan yang dipicu bentrokan antara warga dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) itu. Namun demikian, Boy menyatakan polisi belum memanggil para pihak terkait insiden itu.

“Belum ada yang dipanggil untuk dimintai keterangannya,” jelas Boy.

Boy beralasan polisi lebih memprioritaskan keamanan guna memulihkan situasi di lokasi kejadian. “Perlu pemulihan suasana dulu, karena masih rentan dengan suasana provokasi,” ujarnya.

Bentrokan antara Satpol PP dan warga di makam Mbah Priok, Rabu 14 April lalu mengakibatkan 3 orang tewas dan 130 orang lainnya luka-luka. Sementara itu, 62 kendaraan operasional milik polri dan Satpol PP ludes dibakar.