Koperasi adalah jenis badan usaha yang berwatak sosial beranggotakan orang-orang atau badan hukum, dan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan. Koperasi menurut UUD 1945 pasal 33 ayat 1 merupakan usaha kekeluargaan dengan tujuan mensejahterakan anggotanya.

Umumnya koperasi dikendalikan secara bersama oleh seluruh anggotanya, di mana setiap anggota memiliki hak suara yang sama dalam setiap keputusan yang diambil koperasi.

Fungsi dan peran koperasi menurut Undang-undang No. 25 tahun 1992 Pasal 4:

  • Membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya, dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosialnya.
  • Berperan serta secara aktif dalam upaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia dan masyarakat.
  • Memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional dengan koperasi sebagai soko-gurunya.
  • Berusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional, yang merupakan usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi.
  • Mengembangkan kreativitas dan membangun jiwa berorganisasi bagi para pelajar bangsa

Itu adalah sedikit tentang koperasi. Koperasi di Indonesia sendiri diperingati setiap tanggal 12 Juli 1947. Namun sudah 63 tahun sejak koperasi berdiri tetapi  Koperasi masih saja terkesan sebagai proyek ekonomi pinggiran. Koperasi dibentuk karena dibutuhkan oleh para anggotanya, dan bukan sebaliknya. Kalau hal terakhir itu yang terjadi, maka koperasi akan tumbuh dengan pola top-down, dan akhirnya akan mengalami kegagalan, seperti yang sudah banyak terjadi di Indonesia hingga saat ini. Berdirinya Kementerian Negara Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, ditambah dengan banyaknya pakar koperasi, dan bahkan adanya perguruan tinggi koperasi (pencetak calon pengurus koperasi), ternyata belum mampu membuat koperasi bangkit dari keterpurukannya. Inilah tragedi koperasi. Padahal, sebagaimana diamanatkan dalam UUD 1945 Pasal 33, usaha koperasi seharusnya merupakan sokoguru ekonomi di Indonesia.

Beberapa masalah pokok yang selama ini masih membelit koperasi, yang tentunya perlu dipecahkan secara bersama-sama. Pertama, kesadaran berkoperasi belum tumbuh berakar di kalangan masyarakat Indonesia. Dari sekian banyak masalah, yang kini banyak disorot adalah minimnya peran anggota dalam organisasi koperasi.

Koperasi tidak berkembang dengan cepat seperti Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan swasta karena partisipasi dan peran serta anggota koperasi sangat minim dan kebanyakan koperasi dijadikan alat untuk kepentingan pemerintah saja.

Koperasi masih dijadikan komoditas (barang dagangan), yang hanya dipergunakan untuk menggarap proyek-proyek pemerintah. Kedua, pengelolaan organisasi dan usaha, termasuk pengawasannya masih sangat lemah karena kekurangmampuan pengurus, badan pengawas maupun manajer di lapangan.

Ketiga, korupsi dan salah urus masih subur di usaha sektor koperasi. Banyak koperasi yang didirikan oleh segelintir manusia yang sebenarnya sudah memiliki itikad tidak murni untuk mendirikan koperasi.

Bicara tentang peran koperasi, dalam konteks pembangunan Indonesia adalah bicara tentang pembangunan koperasi Indonesia, bukan bicara tentang pembangunan koperasi di Indonesia. Membangun koperasi di Indonesia dan membangun Koperasi Indonesia, adalah dua hal yang berbeda secara substansi. Konsep koperasi adalah konsep umum di dunia. Di berbagai negara, koperasi ini dijadikan sebagai salah satu bentuk dari suatu badan usaha yang dimiliki oleh banyak orang dengan prinsip satu orang satu suara. Malahan ide koperasi sesungguhnya berasal dari negara Eropa. Tetapi ketika konsep koperasi ingin diterapkan di Indonesia yang digagas oleh Bung Hatta, maka disanalah terjadi perbedaan yang paling mendasar mengenai konsep koperasi Indonesia dikarenakan pertama, di Indonesia koperasi diberi peran utama sebagai bagian dari pembangunan dalam rangka mengentaskan kemiskinan. Peran tersebut membuat beban Koperasi Indonesia jauh lebih berat dengan koperasi-koperasi di negara lain, karena Koperasi Indonesia mengemban misi kesejahteraan suatu negara, bukan hanya menjadi bentuk suatu badan usaha semata. Kedua, koperasi mempunyai peran agar jiwa dan semangatnya juga berkembang di perusahaan swasta dan negara.

Perbedaan peran koperasi Indonesia dan di negara lain terjadi karena koperasi di Indonesia dilatarbelakangi oleh kondisi kemiskinan struktural yang saat ini semakin diperparah dengan berlakunya pasar bebas. Dalam konteks tersebut diatas maka, membangun Koperasi Indonesia tidaklah semudah dan secepat prosesnya seperti membangun koperasi di berbagai negara-negara di dunia.

Berangkat dari konsep peran tersebut, lalu bagaimana peranan koperasi di Indonesia saat ini untuk mengatasi kemiskinan? Jika saya menjadi presiden, kunci pertama adalah mendorong masyarakat, terutama yang miskin untuk berkoperasi. Dengan koperasi, usaha-usaha yang tidak layak secara secara ekonomis dan berstatus informal dapat menjadi ekonomis dan berstatus formal. Upaya ini akan menjadikan usaha kecil mempunyai daya saing yang lebih tinggi. Untuk itu, koperasi dalam menghadapi pasar bebas merupakan satu keharusan, bukan lagi satu alternatif.

Masalah berikutnya yang timbul sekarang adalah sebagian besar rakyat terutama di pedesaan belum menjadi anggota koperasi, sementara itu, koperasi-koperasi yang sudah ada tidak menunjukkan kinerja yang baik dan dirasakan oleh anggotanya.

Masalah lain yang juga dihadapi koperasi saat ini adalah tidak bisa menjangkau masyarakat dalam hal penyaluran kredit. Sistem yang diberlakukan koperasi saat ini adalah memberlakukan jaminan untuk setiap kredit yang disalurkan. Peraturan ini tentu memberatkan, karena seperti yang diungkapkan diatas bahwa anggota koperasi sendiri masih dalam kondisi miskin. Pemberlakuan jaminan kredit akan semakin menjauhkan jangkuan masyarakat untuk menjadi anggota koperasi yang justru seharusnya mendapat pelayanan koperasi.

Strategi Untuk Koperasi, Jika saya menjadi presiden:

Menurut saya ada dua kendala utama yang dihadapi oleh koperasi untuk bisa berkembang yaitu masalah pemasaran dan permodalan. Dalam pemasaran, koperasi selalu kalah bersaing untuk menjual barang dari anggotanya. Dari segi permodalan, koperasi juga tidak bisa melayani anggotanya tanpa jaminan dengan bunga yang relatif rendah.

Kedua kendala yang dihadapi oleh koperasi ini, menurut saya justru menjadi kata kunci utama bagi strategi pengembangan koperasi. Dari segi pemasaran, koperasi sangat memerlukan dukungan pemerintah untuk membangun sebuah lembaga atau semacam Trading House. Tugasnya adalah menyalurkan sarana produksi dengan harga yang relatif rendah dan terjangkau oleh anggota koperasi dengan prosedur yang mudah.

Lembaga ini akan membantu anggota koperasi dari banyak aspek, seperti memilihkan komoditi apa yang dibutuhkan oleh pasar, sehingga hasil produksi anggota yang ingin dikerjakan sudah nampak peluang pasarnya. Selanjutnya lembaga ini juga menyalurkan sarana produksi, memberikan bantuan teknologi dan manajemen serta selanjutnya membeli kembali sebagian produksi masyarakat untuk menjaga kestabilan harga yang menguntungkan di pasaran. Dengan membeli serta menjaga kestabilan harga pasar maka tindakan ini diharapkan dapat menguntungkan anggota koperasi.

Sementara itu dalam aspek permodalan, pemerintah dapat menugaskan Bank Rakyat Indonesia (BRI) sebagai lembaga yang bisa menjamin koperasi untuk mengatasi masalah kemiskinan. BRI merupakan lembaga keuangan yang tepat, disamping secara manajemen cukup baik, jangkauan BRI cukup luas sampai di tingkat kecamatan dan desa. Melalui dukungan BRI, koperasi bisa terus mengembangkan usaha di bidang ekonomi mikro dan simpan pinjam yang bertujuan untuk meningkatkan daya saing masyarakat. Melalui permodalan yang dilakukan oleh BRI dan memanfaatkan jaringan koperasi simpan pinjam di pedesaan diharapkan penyaluran kredit kepada masyarakat akan lebih efisien dan dana masyarakat pedesaan akan berputar di sekitar pedesan pula.

Selain dua hal tersebut, strategi pengembangan koperasi belumlah cukup tanpa didukung pula  gerakan cinta produksi Indonesia. Jika gerakan cinta produksi Indonesia di lakukan dengan baik, maka sebenarnya sudah tersedia pasar yang cukup besar, bagi hasil produksi bangsa Indonesia khususnya pertanian.

Selain itu, tentu saja semua pihak yang terkait diharapkan segera sadar terhadap urgensi serta arti penting peran koperasi dalam mengatasi kemiskinan di negeri ini seperti yang telah banyak dilakukan oleh negara-negara lain. Karena, bagaimanapun juga, koperasi yang sejatinya merupakan suatu lembaga ekonomi untuk menolong diri sendiri secara bersama-sama, sangat penting dalam meminimalisasi angka pengangguran dan kemiskinan yang masih tinggi.

Untuk kebangkitan koperasi ini, ada dua hal yang harus dilakukan. Pertama,perubahan paradigma koperasi dari usaha kecil, marginal, dan terpinggirkan menjadi koperasi sebagai entity business yang bermuatan sosial. Kedua, setiap koperasi harus mempunyai doktrin koperasi yaitu ideologi koperasi.

Koperasi sebagai entitas usaha ekonomi rakyat untuk mencapai kedaulatan rakyat di bidang ekonomi sehingga koperasi akan menjadi centre of gravity atau jantung kekuatan dari ekonomi nasional yang berpangkal pada kedaulatan ekonomi rakyat.

Dengan meningkatkan kekuatan koperasi melalui aliansi koperasi diharapkan dapat menjadi patner bagi kekuatan ekonomi yang lebih besar. Beberapa industri kecil yang tergabung dalam koperasi jika dipersatukan akan menjadi kekuatan untuk menunjang industri yang besar dan maju.

Tentu saja upaya meningkatkan daya saing koperasi ini bukanlah sesuatu yang mudah. Kuncinya adalah terletak pada komitmen pemerintah untuk membangkitkan koperasi melalui kemitraan dengan perusahaan negara untuk mempunyai daya saing yang lebih tinggi. Sehingga koperasi dapat menjalankan amanatnya sebagai sebuah sistem perekonomian yang mempunyai kontribusi besar bagi bangsa ini untuk mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan.

SUMBER:

http://id.wikipedia.org/wiki/Koperasi

http://www.damandiri.or.id/detail.php?id=481

http://koranindonesia.com/2008/07/14/tantangan-dan-peluang-kebangkitan-koperasi-indonesia/