Setiap tanggal 12 juli diperingati sebagai hari koperasi. Namun, sampai sekarang ini masih banyak orang yang tidak tahu tanggal 12 juli adalah hari koperasi. Masih banyak juga yang menganggap koperasi itu bukanlah hal besar, “desa”, dan tidak semenguntungkan layaknya perusahaan atau lembaga lain. Ini tentu saja anggapan yang salah, karena sangat banyak manfaat yang bisa didapatkan dari berkoperasi. Seperti kata pepatah, tak kenal maka tak sayang, untuk lebih mengenal tentang koperasi, sebaiknya kita tahu dulu hal-hal dasar tentang koperasi Koperasi adalah  jenis badan usaha yang berwatak sosial beranggotakan orang-orang atau badan hukum, dan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan. Umumnya koperasi dikendalikan secara bersama oleh seluruh anggotanya, di mana setiap anggota memiliki hak suara yang sama dalam setiap keputusan yang diambil koperasi.

Koperasi sendiri berperan dalam membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya, dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosialnya. Koperasi juga sangat berperan serta secara aktif dalam upaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia dan masyarakat, memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional dengan koperasi sebagai soko-gurunya, berusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional, yang merupakan usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi, selain itu juga berfungsi dalam hal mengembangkan kreativitas dan membangun jiwa berorganisasi bagi para pelajar bangsa.

Masih ada lagi keistimewaan koperasi yang lain yaitu dalam system keanggotaannya dimana kedudukan para anggota adalah sama. Tidak ada yang lebih tinggi ataupun lebih rendah. Hubungan yang dibangun lebih bersifat sosial. Persoalan yang ditemui oleh para anggota, akan dipecahkan secara bersama-sama dan musyawarah. Demikian pula dengan  keuntungan yang didapatkan atau biasa disebut dengan sisa hasil usaha (SHU), semua anggota akan merasakannya. Sejarah telah membuktikan bahwa koperasi ikut serta mengambil bagian dalam hubungan kemasyarakatan dan perekonomian. Koperasi telah meletakkan dasar demokrasi ekonomi yang begitu kuat. Pola koperasi identik dengan upaya untuk membumikan prinsip demokrasi ekonomi. Dipercaya melalui demokrasi ekonomi yang mapan, kehidupan perekonomian rakyat akan terbangun. Karena itu, marilah kita terus menumbuhkembangkan semangat berkoperasi. Untuk itu pemerintah perlu untuk selalu mempelopori agar masyarakat semangat berkoperasi. Karna dengan usaha ini kita dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat indonesia, membantu pemerintah kita untuk menjaankan ekonomi  yang maju dan yang stabil dan tidak membebankan satu pihak saja.

Karena, sudah 63 tahun sejak koperasi berdiri tetapi  Koperasi masih saja terkesan sebagai proyek ekonomi pinggiran. Koperasi dibentuk karena dibutuhkan oleh para anggotanya, dan bukan sebaliknya. Kalau hal terakhir itu yang terjadi, maka koperasi akan tumbuh dengan pola top-down, dan akhirnya akan mengalami kegagalan, seperti yang sudah banyak terjadi di Indonesia hingga saat ini. Berdirinya Kementerian Negara Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, ditambah dengan banyaknya pakar koperasi, dan bahkan adanya perguruan tinggi koperasi (pencetak calon pengurus koperasi), ternyata belum mampu membuat koperasi bangkit dari keterpurukannya. Inilah tragedi koperasi. Padahal, sebagaimana diamanatkan dalam UUD 1945 Pasal 33, usaha koperasi seharusnya merupakan sokoguru ekonomi di Indonesia. Maka, untuk mewujudkannya,

Jadi, mari berkoperasi, selagi masih ada kesempatan dan peluang. Ayo kita bersama-sama membangun koperasi yang sehat dan dapat berguna bagi masyarakat bahkan bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat, dan bangsa. Seperti katanya “L” di manga “death note”, “if you are alone, you can’t change the world”, itu sangat sesuai dengan prinsip koperasi, bersama-sama kita bisa maju! Ayo, galakkan semangat berkoperasi dan kemudian, mari berkoperasi!

http://id.wikipedia.org/wiki/Koperasi

http://www.damandiri.or.id/detail.php?id=481