Diantara luka-luka ku

Kau kini bunga paling indah

Detik pisau menyayat, mencabik aku rebah

Berlumur darah

Kau rekah di sudut lindap

Dan bulan tak usah lagi langit butuhkan

Dalam jantung bisuku

Kau bisik rahasia yang paling pedih

Di jingga langit, fajar memadu satu

Hidup tersenyum, sambil merintih kehilanganmu