Semalam, iseng kubenahi buku lama yang sudah numpuk di lemari. Terus ketemu diary waktu jaman-jamannya SMA. Nostalgia dong ya.😛 bukan karena iseng lagi, kubuka diary-diary itu, terus niatnya mau benahin buku ga jadi deh. Well, apa kata orang memang terbukti benar. Semuanya, kenangan dan hal-hal yang membuatmu dulu menangis akan membuatmu tertawa saat nanti kau mengingatnya. Itu benar. tapi aku baru kali ini merasakan, kalau ternyata hal yang sebaliknya juga terjadi. Kenangan yang saat itu sangat indah, membuat sesak dan terasa kosong saat mengingatnya. Entah…ini baik atau buruk?

Well, yang jelas, ada sesuatu yang menarik untuk diposting di sini🙂 Puisi ini adalah puisi dari Mantan aku waktu kelas 1 SMA. It’s a bit funny, dan melankolis? atau lebay? Ops! saat itu yang jelas, puisi ini adalah hal yang manis bagiku🙂

Cinta telah berada di tanganmu

Kadang seperti emas

Kadang juga seperti belati

Sekarang…

Ia sebagai budakmu

Atau engkau sebagai tuannya

Tusuklah aku, jika aku seorang pecundang

Seretlah aku, jika aku tidak seperti yang kau inginkan

Lepaslah…

Ketika bebanmu terlalu berat

Lepas dan bebas?

 Atau terbelenggukah?

Ada apa dengan semua ini

Membayangi dan mencela

Seolah seperti rantai emas

Apakah aku seorang pecundang

Ataukah seseorang yang dipercaya?

Terlalu banyak di sana

Sebuah kebenaran

Juga kebohongan,

Yang tenggelam dan harus tenggelam…