Kabut tersapu mega

Disambut pelita

Bersama langkah yang hilang

Di balik jeruji

Ia rindukan kebebasan

Bosan di dominasi

Kemana arah yang biasanya bersama?

Ia mati sendiri

Tanpa kawan, tanpa lawan

Kenapa sepi yang ia rasakan terasa semakin menekan?

Entah…

Kapan kejujuran akan menang?

Dimana tempat untuk jadi diri sendiri tanpa melukai orang?

Hanya mendekat saat butuh

Dan terlupakan di tengah keramaian.

Bukan tak sanggup lagi berjalan

Bukan tak bisa lagi percaya

Tapi keyakinan itu

Hanya sebatas pelabuhan dermaga

Ia terhenti, mungkin mati

Belum mampu berlayar

Karena apa yang terbungkam kini berumbar

Jadi hal biasa bagi orang

Tapi kelamnya malam menjaring kenyataan

Kau kemasi kasih sayangmu

Dalam besarnya kotak-kotak lagu

Padahal di sini,

Sebuah lembaran baru

Menanti pena dari kotak lagumu