Barangkali, kini aku mengerti

Yang telah terjadi

Dengan licik dan indah

Diam-diam kau masuki rumah kosongku

Kau ambil dan melipat sepi

Lalu dengan senyum geli

Kau masukkan sepi ke dalam laci

Saat itu aku sedang bermimpi

Dalam senandungmu yang nyaman

Disana semua kau sediakan untukku

Kecuali buku harianmu

Tiba di rumah,

Dalaci, di kamar sendiri

Kutemukan sepi yang selembar

Telah berbiak jadi setumpuk tebal